Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Zaman sekarang banyak orang yang sedang berlomba-lomba untuk mempercantik wajah mereka. Berbagai cara dilakukan mulai dari membeli kosmetik, obat-obat kecantikan, maupun operasi plastik. Berbagai macam biaya yang ditawarkan oleh produsen dan cara promosi yang digunakan membuat siapa saja tertarik untuk melakukan perawatan wajah. Bahkan zaman sekarang ini wajah adalah bagian terpenting dan menjadi daya tarik siapapun yang melihatnya. Namun diiringi dengan banyaknya orang yang ingi mempercantik wajah, kini muncul berbagai perawatan wajah yang justru memberikan dampak negatif dan membahayakan pemakainya. Hal ini terutama terlihat dari segi bahan yang digunakan, cara yang dilakukan, dan kelulusan perawatan wajah tersebut baik melalui uji BPOM maupun kepemilikan sertifikasi dokter kecantikan.
Bahan adalah salah satu hal yang penting untuk di lihat secara teliti sebelum memilih perawatan wajah yang akan digunakan. Bahan-bahan alami justru sangatlah bagus untuk digunakan, tetapi butuh waktu yang cukup lama untuk membuat wajah menjadi cantik dari sebelumnya. Zaman sekarang muncul berbagai perawatan wajah yang hanya membutuhkan waktu singkat untuk mempercantik wajah tetapi justru bahan yang digunakan sangat membahayakan kulit. Contohnya yaitu paraben yang ditemukan pada pencuci wajah, pelembab, dan parfum yang justru menganggu fungsi hormon sehingga tidak baik digunakan. Tak hanya itu, banyak krim-krim pencerah wajah yang mengandung merkuri. Merkuri sendiri merupakan logam berat yang berbahaya, yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun. Selain bahan tersebut, banyak bahan-nbahan yang digunakan pada perawatan wajah seperti hidrokinin, resorsinol, bahan pewarna, timbal, dan lain sebagainya. Berbeda hal nya dengan produk-produk yang digunakan, terdapat cara yang sangat cepat untuk mempercantik wajah yaitu operasi plastik. Tak sedikit juga operasi plastik yang menggunakan bahan yang berbahaya seperti silikon. Hampir semua operasi plastik menggunakan silikon, tetapi terdapat silikon yang justru mengalami ketidakcocokan pada wajah dan membahayakan. Jika terjadi ketidakcocokan justru wajah akan membentuk jaringan granuloma yang mengakibatkan kebengkakkan dan kemerahan pada wajah yang tidak rata.
Cara yang digunakan untuk mempercantik wajah sangat beragam. Mulai dari meminum obat kecantikan yang berbentuk kapsul, memakai krim wajah, operasi plastik, suntik wajah, dan lain-lain. Kapsul kecantikan kini tersebar secara bebas di Indonesia dan semua orang bisa membelinya dimana saja. Krim-krim permutih wajah, penghilang jerawatan dan lain sebagainya juga banyak diproduksi tanpa keterangan bahan. Hal tersebut justru sangat berbahaya, dikarenakan pemakai tidak terlebih dahulu konsultasi dengan dokter kecantikan sehingga tidak ada resep perawatan kecantikan yang seharusnya didapatkan setelah mengonsultasikan permasalahan wajah mereka. Banyak orang yang tertarik dengan cara promosi masing-masing produk yang digunakan. Seperti krim-krim pemutih yang jika digunakan dalam 1 minggu sudah menghasilkan hasil yang signifikan dan operasi plastik yang sangat singkat justru memberikan efek negatif yang cukup lama. Jika hasil operasi tersebut tidak sesuai keinginan maka orang yang melakukan operasi plastik akan menyesal seperti terdapat bekas luka dan lebih bahaya lagi ketika orang tersebut mengalami gangguan psikologis yang menyebabkan persepsi tersendiri yang menyimpang sehingga tidak akan puas dengan hasil dan bentuk apapun pada wajahnya.
Hal yang terpenting dalam memilih perawatan wajah adalah lulus uji BPOM dan lulus uji sertifikasi dokter kecantikan. BPOM merupakan Badan Pengawas Obat dan Makanan sehingga perawatan wajah yang lulus uji badan tersebut sudah pasti aman bagi kulit. BPOM memberikan himbauan bahwa jangan memakai produk-produk kecantikan yang belum mendapatkan izin BPOM maupun lembaga kesehatan. BPOM menyarakan untuk memakai perawatan wajah seperti krim yang tidak mengkilap, tidak tercapur rata dan lengket, berbau meyengat, panas dan pperih saat dipakai, dan hasil yang sangat cepat. Alangkah baiknya mengonsulasikan permasalahan wajah ke dokter kecantikan sehingga tidak membeli perawatan wajah yang justru membahayakan. Tetapi harus berhati-hati jika mengunjungi dokter kecantikan. Carilah dokter kecantikan yang sudah memiliki sertifikasi, sudah berpengalaman, dan memiliki banyak pasien yang ditangani. Tak sedikit di luar sana banyak dokter kecantikan yang justru tidak memiliki sertifikasi, dan hanya bermodalkan pengalaman melihat rekaman-rekaman di Youtube. Justru itu sangat berbahaya karena tidak adanya pendidikan sebagai dokter kecantikan yang justru membuat siapa saja yang datang digunakan sebagai bahan uji coba.
Perawatan-perawatan wajah yang aman dan terkenal kini peminatnya justru mulai menurun. Hal tersebut dikarenakan beredarnya perawatan-perawatan wajah dengan harga yang lebih murah dibandingkan perawatan wajah yang sudah terkenal dan aman sebelumnya. Banyak orang yang lebih tertarik dengan dampak positif yang dihasilkan dengan cepat tanpa melihat dampak negatif dari hasil yang cepat tersebut. Tak sedikit dari mereka menyesal setelah memakai perawatan wajah yang bisa dibilang murah dengan hasil yang cepat dikarenakan tidak sesuai dengan harapan mereka. Justru biaya yang dipakai untuk memperbaiki wajah yang rusak setelah memakai perawatan wajah yang berbahaya lebih besar dari membeli perawatan wajah yang aman sebelumnya.
Kini berhati-hatilah dalam memilih perawatan wajah. Zaman sekarang banyak perawatan wajah yang berbahaya beredar dipasaran. Hasil yang menjanjikan secara singkat dan harga yang lebih murah justru membuat siapapun tertarik untuk menggunakannya. Ingat perawatan wajah yang murah dan singkat belum tentu aman. Jadilah pembeli yang cerdas dan jangan mudah tertarik dengan harga yang murah serta jangan lupa pastikan perawatan wajah tersebut aman baik dari segi bahan, cara yang dilakukan, serta kelulusan perawatan wajah tersebut baik melalui uji BPOM maupun kepemilikan sertifikasi dokter kecantikan.
Artikel ini terinspirasi dari seseorang yang bergabung disalah satu organisasi masyarakat yaitu komunitas tanpa riba, yang bernama Dr. Nungky Taniasari, M.A.R.S yang juga sebagai direktur RS. Anwar Medika yang berlokasi di Sidoarjo.
Sebelumnya, Dr. Nungky Taniasari merasa ragu untuk bergabung dalam komunitas tanpa riba tersebut, tetapi beliau percaya diri untuk mengikuti platform bisnis tanpa riba ini yang dilaksanakan selama 2 hari. Menurut beliau, ilmu yang didapatkan selama 2 hari tersebut sangatlah bermanfaat dan lebih efektif serta efisien, karena ilmu-ilmu yang ditempuhnya selama 2 tahun telah diringkas selama 2 hari tersebut. salah satu ilmu yang disampaikan oleh pembicara dalam seminar adalah bagaimana cara tata kelola bisnis dilandasi tanpa riba, serta banyaknya manfaat dari bisnis tanpa riba tersebut. berikut adalah peluang bisnis tanpa riba tersebut yaitu berinvestasi properti syariah, karena sektor properti menjanjikan keuntungan besar jika dilihat dari sisi peluang investasinya. sebab bisnis disektor properti selalu mengalami peningkatan permintaan dari tahun ke tahun. yang kedua ada juga jasa travelling syariah, peluang usaha tanpa riba yang juga layak untuk dicoba adalah usaha jasa perjalanan atau travelling syariah. jasa travelling syariah ini bergerak dibidang perjalanan wisata yang dikemas secara syar’i. Nah, Dr. Nungky menerapkan bisnis tanpa riba ini dirumah sakit yang ia kelola sendiri. Beliau mengatakan bahwa pengelolaan finansial di rumah sakit tersebut di Sidoarjo sudah menerapkan sistem kelola tanpa riba ini sejak lama dan memberikan banyak keuntungan yang berasal dari uang halal.
Semua orang yang memutuskan menjadi pebisnis tentu saja mendambakan keuntungan yang berlipat ganda. Mungkin tidak hanya pebisnis, namun semua orang mendambakan keuntungan dari kerja yang ia lakukan. Tidak pernah ada orang yang menginginkan untuk menjadi gagal. Maka dari itu, kita harus mencari keuntungan itu lewat jalan yang halal agar kita menjadi pebisnis yang sukses di jalan Allah.
Tahukah Anda, bahwa sebenarnya Allah telah menjanjikan kemudahan dan kesuksesan dalam berbisnis yaitu dengan cara menghindari hal-hal yang berbau haram, seperti riba. Jangan sampai Anda tergiur dengan kenikmatan dunia semata.
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.
Have a WordPress.com account? Log in now.